d. Promosi dan Citra Destinasi: Sesuai IKP BPS Dimensi “Branding”
Promosi melalui TikTok, YouTube, dan Facebook sesuai dengan indikator IKP yang mengukur efektivitas pemasaran.
Bukti empiris:
- Pengunjung bertambah
- Segmen pengguna media sosial (keluarga muda, mahasiswa, turis asing) meningkat
Kritik saya:
➡️ Kenaikan berbasis viral biasanya bersifat jangka pendek. Kita harus membedakan antara sustainable growth vs temporary spike.

2. Kaitan dengan PDRB Kabupaten Cirebon
a. Pariwisata dalam Struktur PDRB: Masuk di Lapangan Usaha “Penyediaan Akomodasi & Makan Minum”
Dalam PDRB menurut Lapangan Usaha, sektor pariwisata tersebar pada:
- Akomodasi dan makan minum
- Perdagangan
- Transportasi
- Industri kecil (kerajinan/UMKM)
- Jasa lainnya (hiburan, rekreasi, budaya)
Aktivitas ekonomi di Cikuya Belawa—tiket, jajan, suvenir, parkir, pedagang lokal—semuanya memberi kontribusi ke sektor-sektor tersebut.
Jika meninjau dari kerangka PDRB:
➡️ Cikuya Belawa bukan hanya menghasilkan pendapatan langsung (direct effect), tetapi juga mendorong pertumbuhan pada sektor perdagangan dan UMKM (indirect effect).
b. Potensi Kontribusi terhadap Pertumbuhan PDRB
Menggunakan estimasi konservatif:
- Penerimaan tiket hari besar: Rp1,5 juta/hari
- Belanja rata-rata pengunjung kita asumsikan: Rp20.000–Rp30.000/orang
- Jika pengunjung 300 orang/hari, total belanja ≈ Rp6–9 juta/hari
Artinya perputaran ekonomi total bisa mendekati:
➡️ Rp7,5–10,5 juta per hari besar
Jika pola ini konsisten pada 30 hari besar dalam setahun:
➡️ Rp225–315 juta/tahun hanya dari peak season.
Ini belum menghitung long tail spending dari mahasiswa dan turis asing yang biasanya memiliki pola belanja lebih tinggi.
Kritik:
➡️ Besaran ini belum bisa diklaim kontribusi PDRB tanpa data resmi dan klasifikasi lapangan usaha yang akurat, tetapi trennya jelas: pariwisata desa memberi dorongan nyata pada ekonomi lokal.
c. Dampak Sosial-Ekonomi: Sesuai Dimensi PDRB berbasis Pengeluaran
Selain lapangan usaha, pariwisata memengaruhi PDRB melalui:
- Konsumsi rumah tangga (C)
- Investasi kecil menengah (I) — misalnya pembangunan istana bolon
- Ekspor jasa (X) — turis asing terhitung sebagai ekspor pariwisata
Khusus untuk Cikuya Belawa, masuknya mahasiswa dari luar negeri dan turis internasional memberikan kontribusi langsung pada ekspor jasa pariwisata, yang pada PDRB menjadi nilai tambah signifikan.
Kesimpulan Kritis
Cikuya Belawa pada 2025 tampak bergerak menuju kebangkitan pariwisata lokal melalui inovasi wahana, kekuatan konservasi, dan promosi digital. Data pendapatan Rp300 ribu–Rp1,5 juta per hari besar memberikan indikasi positif, namun belum cukup kuat untuk menyimpulkan tren pemulihan jangka panjang tanpa deret data bulanan.
Secara statistik, destinasi ini memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan monitoring data yang lebih sistematis untuk memastikan bahwa pertumbuhan pengunjung tidak hanya bersifat musiman dan bahwa konservasi satwa tetap terjamin.
Posisi Cikuya Belawa dalam IKP & PDRB
1. IKP BPS
✔ Kunjungan naik, tetapi perlu data bulanan
✔ Penerimaan naik, memperlihatkan multiplier effect
✔ Keunikan kura-kura purba meningkatkan daya saing
✔ Promosi digital efektif, namun perlu strategi keberlanjutan
✔ UMKM dan pedagang lokal terlibat → sesuai indikator pemberdayaan
2. PDRB
✔ Memberi kontribusi pada sektor akomodasi, perdagangan, UMKM
✔ Meningkatkan konsumsi rumah tangga & ekspor jasa (turis asing)
✔ Investasi kecil seperti istana bolon menambah nilai pembentukan modal
✔ Potensial meningkatkan PDRB, namun butuh pencatatan ekonomi yang lebih sistematis untuk mengkuantifikasikannya.










