Ekspor sepatu dari Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan kinerja positif pada tahun ini. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat komoditas alas kaki tersebut berhasil menembus nilai US$103 juta, atau sekitar 30% dari total ekspor sepuluh komoditas utama.
Menurut laporan resmi Disperdagin, pencapaian ini menjadi bukti bahwa industri sepatu lokal tetap kompetitif di tengah persaingan global. Banyak pabrik di wilayah tersebut masih menjadi basis produksi bagi sejumlah merek internasional, sehingga permintaan dari pasar Eropa, Amerika, dan Asia Timur tetap stabil.

Kontribusi besar dari sektor alas kaki juga mencerminkan struktur ekonomi daerah yang masih ditopang industri manufaktur padat karya. Industri sepatu diketahui menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Kabupaten Cirebon, terutama pada proses perakitan, penjahitan, dan penyelesaian akhir produk.
Dalam data yang sama, komoditas sepatu hanya terpaut sekitar US$2,5 juta dari rotan dan furnitur yang memimpin daftar ekspor dengan nilai US$106 juta. Selisih tipis tersebut dinilai membuka peluang besar bagi industri sepatu untuk menjadi komoditas ekspor utama kabupaten pada tahun-tahun mendatang.
Meski menunjukkan performa kuat, industri sepatu masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi harga bahan baku impor, persaingan biaya produksi dengan negara seperti Vietnam dan China, serta kebutuhan meningkatkan efisiensi produksi menjadi isu yang perlu diantisipasi. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memberikan pendampingan, termasuk peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar ekspor.
Dengan dukungan teknologi produksi yang lebih modern dan perbaikan rantai logistik, pemerintah optimistis ekspor sepatu dari Kabupaten Cirebon dapat terus tumbuh dan berpotensi menjadi komoditas unggulan utama di masa depan.[]












