Menu ✖

Mode Gelap

Opini

Sumur Resapan Sarabau Dongkrak Lingkungan Cirebon

badge-check


					Pembangunan Sumur Resapan. Ilustrasi: Simetrik. Perbesar

Pembangunan Sumur Resapan. Ilustrasi: Simetrik.

Pembangunan Sumur Resapan di Sarabau

Pembangunan 10 sumur resapan di Desa Sarabau Kecamatan Plered rampung akhir November 2025 lalu. Hal tersebut memiliki implikasi ekonomi yang cukup relevan bagi PDRB Kabupaten Cirebon. Terutama pada lapangan usaha konstruksi, pengadaan air, pengelolaan sampah–limbah, dan sektor pertanian. Dari sisi makro, belanja APBD sebesar Rp 89,89 juta mungkin terlihat kecil, tetapi justru investasi mikro seperti ini yang sering menjadi pemicu perbaikan kualitas lingkungan, menurunkan biaya eksternalitas, dan menciptakan efek jangka panjang terhadap produktivitas wilayah.

Secara statistik ekonomi, wilayah yang sering mengalami banjir biasanya mengalami loss of productivity: aktivitas usaha terganggu, biaya pemeliharaan meningkat, dan investasi swasta cenderung enggan masuk. Sumur resapan berfungsi mengurangi risiko tersebut dengan meningkatkan kapasitas tanah menyerap air hujan. Sehingga desa memiliki stabilitas lingkungan yang lebih baik. Stabilitas ini adalah prasyarat agar PDRB sektor pertanian—yang dominan di banyak desa di Cirebon—dapat tumbuh tanpa diganggu penurunan kualitas lahan akibat genangan ataupun erosi permukaan.

Dari sisi teori pembangunan, infrastruktur ekologis seperti sumur resapan termasuk green public investment yang memberikan tiga dampak statistik ekonomi:

  1. Dampak langsung (direct impact): belanja pemerintah meningkatkan output sektor konstruksi dan jasa teknis.
  2. Dampak tidak langsung (indirect impact): meningkatnya fungsi ekologis mengurangi risiko banjir yang selama ini menambah hidden cost pada pelaku usaha lokal.
  3. Dampak induksi (induced impact): kualitas lingkungan yang membaik meningkatkan kenyamanan permukiman sehingga mendorong aktivitas ekonomi rumah tangga.

Pembangunan sumur resapan saja belum cukup. Tanpa peningkatan saluran air, perbaikan jalan lingkungan, dan pengelolaan sampah yang konsisten, manfaatnya tidak akan mencapai skala yang signifikan untuk memengaruhi indikator ekonomi wilayah. Bahkan, jika perilaku warga terkait sampah tidak berubah, sumur resapan bisa berfungsi suboptimal atau tersumbat dan kehilangan efektivitasnya. Dari sisi statistik, proyek kecil seperti ini tidak otomatis mengangkat PDRB. Kecuali menjadi bagian dari paket pembangunan lingkungan yang lebih besar dan berkelanjutan.

Namun secara prinsip, pembangunan ini adalah langkah penting menuju pengurangan risiko banjir, peningkatan sanitasi, dan pemulihan fungsi ekologis desa. Faktor dasar yang akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Cirebon dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Kelayakan SPPG Cirebon Hambat Target Makan Bergizi Gratis

16 Desember 2025 - 19:23 WIB

Bottleneck struktural program MBG. Ilustrasi: Simetrik.

Wisatawan Naik, Okupansi Hotel Kota Cirebon Tertekan

14 Desember 2025 - 09:37 WIB

Wisatawan naik, okupansi hotel tertekan. Ilustrasi: Simetrik.

Struktur Ekonomi Kabupaten Cirebon 2020–2024

9 Desember 2025 - 17:32 WIB

Modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan digital farming. Ilustrasi: Simetrik.

Potensi Ekonomi Rebana dan Tantangan Pertumbuhan di Indramayu–Cirebon

8 Desember 2025 - 09:01 WIB

Kebangkitan Wisata Cikuya Belawa Cirebon 2025

7 Desember 2025 - 09:01 WIB

Trending di Opini